
GUNUNGKIDUL — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Raydinda Abigael Issailen, menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang interaktif dalam pelaksanaan Praktik Kependidikan (PK) di SMK Muhammadiyah 2 Playen, Gunungkidul. Kegiatan pembelajaran ditujukan bagi peserta didik kelas X dari empat program keahlian, yaitu Akuntansi, Manajemen Perkantoran, Teknik Kendaraan Ringan, dan Teknik Alat Berat. Dalam kegiatan tersebut, Raydinda menerapkan Genre Based Approach (GBA) yang menempatkan peserta didik sebagai bagian aktif dalam proses pembelajaran. Penerapan pembelajaran yang interaktif tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas.
Pembelajaran Bahasa Inggris berfokus pada materi announcement dengan memanfaatkan berbagai aktivitas yang mendorong keterlibatan peserta didik. Siswa tidak hanya menerima penjelasan materi, tetapi juga diajak untuk berdiskusi dalam kelompok, menganalisis announcement, membuat poster digital, melakukan gallery walk, serta memberikan peer feedback terhadap hasil pekerjaan teman. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta didik bekerja secara kolaboratif untuk memahami struktur dan unsur kebahasaan announcement sekaligus mengembangkan kemampuan berkomunikasi. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan pendampingan mahasiswa sebagai fasilitator yang memberikan arahan, penguatan, dan umpan balik selama proses pembelajaran.

Penerapan pembelajaran interaktif menunjukkan respons positif dari peserta didik. Siswa terlihat lebih aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan, terutama ketika mereka bekerja sama dalam kelompok, membuat produk berupa poster digital, dan memberikan tanggapan terhadap hasil pekerjaan teman. Aktivitas tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, kolaborasi kreativitas, dan berpikir kritis. Hal ini sejalan dengan SDGs 4 yang menekankan pentingnya penyediaan pendidikan yang berkualitas dan kesempatan belajar yang bermakna. Dengan demikian, pembelajaran Bahasa Inggris melalui GBA tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk terlibat secara aktif dalam proses belajar.
Melalui Praktik Kependidikan, penerapan GBA dengan berbagai aktivitas kolaboratif diharapkan dapat menjadi pengalaman pembelajaran yang aktif, interaktif, dan bermakna bagi peserta didik. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan mengajar sekaligus berkontribusi secara langsung terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekolah. Ke depan, pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik serta menciptakan lingkungan belajar yang mendorong siswa untuk aktif berkomunikasi, berkolaborasi, dan mengembangkan potensinya.